Revolusi Hijau merupakan sebuah gerakan pengembangan tanaman kelor sebagai sumber pendapatan/devisa baru bagi Nusa Tenggara Timur. Program ini juga menjadikan kelor sebagai pohon emas masa depan yang diandalkan untuk mengatasi kekurangan gizi (gizi buruk) dan stunting atau kekerdilan yang seringa mengancam pertumbuhan anak anak di Nusa Tenggara Timur. Jika di Eropa dan Jepang dikenal dengan istilah revolusi putih karena masyarakatnya sering mengkonsumsi susu, maka Nusa Tenggara Timur akan memperkenalkan kepada dunia Internasional dengan sebutan Revolusi Hijau Daun Kelor.

Apa itu Kelor ?

Image placeholder

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.

Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay.

Mengapa harus Kelor ?

Image placeholder

Tanaman kelor (moringa oleifera) telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pohon ajab (the miracle tree) di karenakan kandungan gizi yang tedapat didalamnya. Organisasi Pangan Dunia sejak 2009 telah mengkapanyekan secara luas mengenai pentingnya masyarakat di setiap negara untuk mengkonsusmsi kelor.

Di Nusa Tenggara Timur sendiri, tanaman kelor sangat cocok sebagai tanaman pioneer untuk penghijauan karena dapat tumbuh di Kawasan tropik yang lembab dan juga di daerah panas serta tanah gersang. Kualitas tanaman kelor yang tumbuh di Nusa Tenggara Timur memiliki kualitas terbaik nomor 2 di dunia, oleh karena itu tidak heran kalau tanaman kelor Nusa Tenggara Timur sangat diminati oleh negara negara lain seperti, negara negara Eropa, Australia, Arab Saudi, Korea Selatan dan Cina karea kualitasnya.

Bagaimana Kelor diprogramkan ?

Image placeholder

Sebagai langkah awal dari gerakan revolusi hijau, akan dilakukan pembagian 22 bibit kelor kepada 22 kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk kemudian oleh masing masing kepala daerah melanjutkan gerakan revolusi hijau melalui penanaman kelor di 3.344 desa. Selain itu juga akan dibagikan 5000 bibit tanaman kelor kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan Fun Run dalam rangka merayakan HUT Nusa Tenggara Timur yang ke 60.

Siapa Penggeraknya ?

Image placeholder

Pemerintah dan masyarakatlah yang menjadi aktor penggerak gerakan revolusi hijau di Nusa Tenggara Timur. Melalui gerakan revolusi hijau akan tumbuh entrepreneur – entrepreneur muda di setiap desa yang ada di Nusa Tenggara Timur.